Tampilkan postingan dengan label Basic Machine Element (BME). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Basic Machine Element (BME). Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Agustus 2017

Prinsip Dasar dari Belt.

Hiii Sobat pembaca,,,pada postingan kali ini ane akan share lagi tentang Prinsip Dasar dari V-belt..
Langsung aja ya Sob...

BELTS

Belt memindahkan power melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan.  Belt digerakkan oleh gaya gesek penggerak, kemampuan  belt untuk memindahkan tenaga tergantung pada:
  • Tegangan belt  terhadap pulley.
  • Gesekan antara belt  dan pulley.
  • Sudut kontak antara belt dan pulley.
  • Kecepatan belt.
Macam-macam Belts
Round Belts
Round belts terbuat dari solid rubber atau rubber dengan cord. Belt ini hanya digunakan untuk beban ringan seperti untuk sewing machiac projector films.

Flat Belts
Penggunaan  flat  belts semakin berkurang dengan digunakannya  V-belts pada sistem pemindah tenaga. Flat belt terbuat dari leather  rubberized fabric dan  cord. Flat  belt semakin tidak digunakan karena membutuhkan pulley yang lebih besar, tempat yang luas dan kurang flexible.
Flat belt juga dipergunakan sebagai conveyor belt bilamana belt tersebut membawa beban. Flat belt umumnya digunakan sebagai pemindah tenaga high power untuk mesin penggerak yang terpisah dengan mesin yang digerakkan. Contoh: sawmills.

V-belts
V-belts banyak digunakan untuk memindahkan beban antara pulley yang berjarak pendek. Gaya jepit ditimbulkan oleh bentuk alur V.Gaya tarik atau load yang lebih besar menghasilkan gaya jepit belt yang kuat.
Keuntungan V-belts adalah:
  1. Gaya jepit belt memungkinkan sudut kontak yang lebih kecil dan perbandingan kecepatan yang lebih tinggi.
  2. Meredam kejutan terhadap motor dan bearing akibat perubahan beban.
  3. Memiliki level vibrasi dan noise yang lebih rendah.
  4. Mudah dan cepat dalam melakukan penggantian dan perawatan.
  5. Efficiency transmisinya tinggi (mencapai 45%).

V-Belts
Banded V-belts
Banded  V-belts adalah multiple  V-belt yang dibentuk cetak permanen  tie band.  Banded  V-belts mengurangi timbulnya masalah pada penggerak dimana  belts bergeser, melintir dan terlepas dari alurnya.

Linked V-belts
Linked V-belt dibentuk dari multiple  belt yang disusun saling menyambung. Digunakan untuk penggerak-penggerak besar dengan memiliki jarak center yang tetap, dimana terdapat kesulitan untuk memastikan ukuran belts yang tetap. Link dapat ditambah atau dikurangi untuk mendapatkan panjang belt yang tetap.

Timing Belts
Timing  belt merupakan aksi gabungan antara  chain dan  sprocket pada bentuk  flat  belt. Bentuk dasarnya merupakan flat yang memiliki gigi-gigi berukuran sama pada permukaan kotak dengan gigi pulley. Sebagaimana penggerak gear rantai, membutuhkan kelurusan pada perpasangan pulley Keuntungan timing belt:
  1. Tidak terjadi slip atau variasi kecepatan.
  2. Membutuhkan perawatan yang ringan.
  3. Mampu digunakan pada range beban yang lebar.
  4. Memiliki efficiency mekanis tinggi karena tidak terjadi gesekan atau  slip, initial tension berkurang dan memiliki kontruksi yang tipis.
V-Ribbed Belts 
V-ribbed  belts merupakan gabungan alur luar berbentuk V-belt. Lapisan inti penguat terdapat pada bagian daftar belt. Sebagaimana V-belt kemampuan memindahkan power tergantung pada aksi jepit antara alur dan belt.




GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Prinsip Dasar Seal

hiii Sobat pembaca...
pada postinga kali ini ane akan share tentang pengenalan prinsip dasar Seal.
Langsung aja ya sob....

SEALS

Seal digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. Terdapat dua jenis bentuk seal, yaitu:
•  Dynamic Seal digunakan sebagai perapat pada parts yang bergerak, contoh:
  1. Radial lip seal
  2. Clearance seal
  3. Ring seal
  4. Face seal
  5. Compression packing
  6. Molded packing
  7. Diaphragma seal
•  Static Seal digunakan sebagai perapat pada parts statis (fixed parts):
  • Static O-ring
  • Metallic gasket
  • Non metallic gasket
  • Sealant

Radial lip Seal  (Oil Seal)

Radial lip seal digunakan sebagai penyekat untuk pelumas pada sistem yang memiliki shaft berputar. Radial lip  seal ini biasa disebut juga  oil  seal. Penyekat atau perapatan (sealing) berdasarkan perbedaan ukuran antara elemen seal dan diameter luar shaft merupakan dasar prinsip sealing, juga ditambahkan spring dibelakang  lip  seal. Antara  lip  seal dengan shaft harus terdapat lapisan film sebagai perapat dan pelumas.Bila lapisan film terlalu tebal, maka cairan akan bocor tetapi bila terlalu tipis akan timbul gesekan dan keausan pada lip  seal. Tebal tipisnya lapisan film dipengaruhi oleh tekanan lip  seal.Oil seal dibedakan berdasar bentuk lip seal.
Di bawah ini merupakan gambar lip seal atau oil seal dan bentuk dasarnya untuk single lip dan double lip.
Macam-macam lip seal adalah:
  1. Single lip seal:  lip  tidak menggunakan spring loaded. Untuk  sealing cairan kental seperti grease pada shaft dengan kecepatan lambat.
  2. Single lip spring loaded: spring loaded membantu kerapartan  seal, digunakan untuk sealing cairan dengan viskositas yang rendah pada shaft kecepatan putar tinggi dan pada daerah yang tidak berdebu.
  3. Double lip: lip seal menghadap berlawanan arah dengan tambahan spring loaded pada kedua sisinya. Digunakan sebagai  sealing  terhadap cairan pada  lip yang dilengkapi dengan  spring loaded, sedangkan sisi lip yang lain melakukan sealing terhadap debu atau partikel.
  4. Dual lip: lip seal menghadap berlawanan arah dan memiliki spring loaded pada kedua sisinya. Digunakan sebagai sealing terhadap pelumas kental pada salah satu sisi dan sebagai sealing terhadap cairan pada sisi yang lain.
Pemasangan  oil seal harus diperhatikan untuk mencegah kerusakan dini atau kebocoran akibat rusaknya  lip seal. Lip mudah sobek dan rusak. Sebelum dipasang seal  harap disimpan secara aman, jauh dari panas dan debu.

Packing

Packing digolongkan menjadi dua tipe yaitu compression packing dan molded packing.
  • Compression packing membentuk ketika  packing tersebut dipasang dan tertekan antara alur polos dan  housing. Gaya tekan mengakibatkan  packing  mengambang  sealing terhadap alur pada poros maupun pada housing. Terdapat tiga jenis compression packing, yaitu: fabric (serat), metallic dan plastik. gambar berikut menunjukkan bentuk compression paking.


  • Molded packing merupakan dynamic seal, terdiri dari dua tipe yaitu  lip type dan squeeze type. Jenis- jenis  lip type adalah  flange, cup, u-cup, u-ring  dan  v-ring. Jenis  squeeze  type adalah  o-ring dalam berbagai bentuk.  Lip type  packing melakukan  sealing  karena adanya gaya tekan fluida atau udara yang menyebabkan  lip mengembang. Gambar berikut menunjukkan contoh pemakaian packing pada piston dan cylinder head dari hydrolic cylinder.

Packing Pada Piston Dan Head Hdraulic Cylinder

O- ring

O-ring berfungsi sebagai  seal akibat tertekan (squeezed) pada proses pemasangan. Proses  sealing terjadi akibat tekanan cairan menekan o-ring. Static o-ring memberikan sealing terhadap komponen statis untuk mencegah cairan fluida atau udara.
O-ring Seal
Dynamic  o-ring digunakan sebagai  sealing terhadap fluida pada bagian komponen yang saling bergerak.
Terdapat tiga penggunaan o-ring, yaitu:
  1. Reciprocating, bila digunakan sebagai seal piston ring atau sealing  pada sekitar piston rod.
  2. Oscillating  bila  seal berputar bolak-balik pada derajat yang terbatas atau  seal berputar beberapa kali putaran pada saat proses sealing.
  3. Rotating, apabila  o-ring memberikan  sealing terhadap shaft yang berputar pada  dynamic dalam o-ring.
Gambar berikut menunjukkan berbagai macam o-ring yang telah terpasang pada komponen.
Pemasangan O-ring

Gasket

Gasket merupakan static, mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang kontaknya terhadap komponen yang dirakit. Faktor utama dalam penggunaan  gasket adalah  seal material dapat menyesuaikan bentuk  (conform) terhadap ketidaksempurnaan kontak antara bidang permukaan bentuk gasket terhadap permukaan kontak.
Gasket Kit
Pada pemasangan  gasket sebagai penyekat perlu diperhatikan besarnya tekanan pada saat pemasangan. Semakin kuat tekanan diberikan pada  gasket tidak berarti akan menghasilkan kemampuan sealing yang semakin baik.
Tekanan minimum yang diperlukan gasket tergantung pada:
  • Jenis material gasket
Kemampuan sealing minimum tergantung pada tingkatan jenis material gasket. Material yang digunakan adalah asbestos cork, rubber, plastic sand paper atau campuran material tersebut.
  • Tekanan dalam (internal pressure)
Internal pressure cenderung menekan fluida keluar melalui seal assembly. Hal penting untuk menentukan seberapa besar tekanan flange diperlukan untuk menekan seal.
  • Fluida yang di sealing
Viskositas fluida yang terdapat pada tempat dimana  gasket berfungsi sebagai penyekat menentukan tekanan yang diperlukan untuk mengencangkan gasket.
  • Width/ thickness ratio
Penurunan kekuatan tekanan terhadap kenaikan ketebalan  gasket sering dengan perbandingan lebar  sealing  gasket terhadap kenaikan ketebalan  gasket pada saat tidak ditekan. Dengan kata lain semakin kecil perbandingan antara lebar kotak permukaan sealing terhadap tebal  gasket membutuhkan kekuatan tekan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, gasket memiliki lubang  bolt yang letaknya tidak boleh terlalu dekat terhadap sisi dalam gasket.


GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Prinsip Dasar Bearing

hiiii sobat pembaca...
kali ini postingan ane akan mencoba pengenalan pada Prinsip dasar bearing..
langsung aj yaaa..

BEARING

Bearing berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. Bearing dibagi menjadi dua tipe yaitu plain bearing (friction bearing) dan anti friction bearing.

1.Plain Bearing
Plain bearing mengurangi gesekan karena adanya sliding  contact  antara permukaan yang saling bergesekan. Plain bearing disebut juga dengan bushing atau bearing. Bushing dan bearing memiliki pengertian yang hampir sama, secara umum dapat dibedakan berdasarkan kriteria berikut:
Plain bearing disebut bushing apabila:

  1. Berbentuk sleeve satu lingkaran penuh dengan pemasangan di press terhadap lubang.
  2. Memungkinkan proses finishing pada bagian dalam dari  bushing untuk mendapatkan penyesuaian yang tepat.
  3. Digunakan untuk putaran lambat dengan tingkat beban  ringan sampai berat atau putaran sedang dengan beban ringan.

Plain bearing disebut split bearing apabila:

  1. Berbentuk sleeve setengah lingkaran sehingga untuk menjalankan fungsinya digunakan dua buah sleeve setengah lingkaran (satu pasang).
  2. Digunakan untuk putaran tinggi.

Bushing
Plain bearing terbuat dari berbagai macam material tergantung pada kecepatan putar  shaft, beban yang didukung dan tipe pelumasan yang digunakan. Plain bearing terbuat dari kayu, karet, plastik,besi tuang, tembaga, kuningan dan perunggu.
Berdasarkan pelumasannya plain bearing digolongkan menjadi:

  1. Pelumasan kering : tidak terdapat lubrikasi antara permukaan yang saling bersinggungan.
  2. Pelumasan terbatas : pelumasan dengan kondisi lapisan film tipis antar bagian yang saling bergesekan.
  3. Pelumas penuh : keseluruhan permukaan yang bersinggungan dipisahkan oleh lapisan.

2.Anti Friction Bearing
Anti friction bearing memiliki tiga jenis bentuk dasar bearing, yaitu:

  1. Ball Bearing
  2. Roller Bearing
  3. Needle Bearing

Anti Friction Bearing
Anti friction bearing terbuat dari baja yang dikeraskan (hardened steel). Dimana bagian-bagian utama dari anti friction bearing adalah:

  • Race  adalah cincin bagian dalam  (inner race)  dan cincin bagian luar  (outer race) sebagai tempat dudukan elemen gelinding.
  • Ball, rollers atau needle adalah element gelinding untuk mengurangi gesekan.
  • Separator atau cages adalah pengatur jarak antara element gelinding.


  Ball Bearing
Ball bearing memiliki empat macam race, yaitu :

  1. Conrad bearing
  2. Full type bearing
  3. Split race bearing
  4. Angular contact bearing

Ball bearing dibagi menjadi empat macam berdasarkan beban yang diterimanya, yaitu :

  1. Radial Load Bearing
  2. Radial and Thrust Load Bearing
  3. Self Aligning Radial Load
  4. Thrust Load Bearing

•  Roller Bearing
Roller  bearing digunakan untuk menumpu beban yang lebih besar dibanding dengan  ball  bearing
Berdasarkan beban yang diterima roller bearing digolongkan menjadi:

  1. Radial Load, Straight Roller Bearing.
  2. Radial and Thrust Load, Tapered Roller.
  3. Self Aligning, Radial and Thrust Load.
  4. Self Aligning, Radial and Thrust Load Concave Roller Bearing.
  5. Thrust Load.

•  Needle Bearing
Needle bearing memiliki elemen gelinding berdiameter kecil atau berbentuk jarum, karena bentuknya tersebut maka needle bearing banyak digunakan untuk tempat dengan ruang terbatas. Jenis needle bearing meliputi radial load bearing dan thrust load bearing.



GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Senin, 21 Agustus 2017

Prinsip dasar Electrolyte Battery

Hiii sobat pembaca,,
Pada Postingan kali ini ane akan share tentang Prinsip dasar tentang electrolite battery..
Langsung aja yaaa sobb...

Battery menghasilkan arus berdasarkan reaksi kimia antara material aktif seperti  plate dan asam sulfat  (sulfuric acid) dari larutan  electrolyte. Larutan  electrolyte tersebut dari campuran antara air suling (H2O) dan asam sulfat (H2SO4) dengan konsentrasi larutan H2O 64% dan H2SO4 36%. Skema berikut menggambarkan komposisi larutan electrolyte.
Electrolyte pada saat kondisi battery fuel charge merupakan campuran dari concentrate asam sulfat pada air seperti pada skema diatas yang memiliki specific gravity 1.270 pada 27ºC. Tegangan pada cell battery tergantung pada perbedaan kimia antara plate (aktif material) dan konsentrasi atau kandungan electrolyte. Battery terdiri dari Plate positif yang terbuat dari peroksida timbal (PbO2), plate negatif yang terbuat dari timbal (Pb) dan larutan electrolyte (H2SO4). Pada saat discharge arus battery dihasilkan dan peristiwa reaksi kimia sbb: Plate positif (PbO2) terbuat dari campuran antara timbal (Pb) dan Oksigen (O2) sedangkan asam sulfat ( S ) dan oksigen. Oksigen pada plat positif dan hydrogen pada asam sulfat bereaksi membentuk air (H2). Saat yang sama timbal (Pb) pada plate positif maupun negatif beraksi dengan SO4 sehingga menjadi PbSO4.
Pada saat proses charging terjadi reverse proses kimia pada larutan electrolyte battery. Timbal sulfat (PbSO4) terurai menjadi Pb dan SO4. Sedangkan air (H2O) terurai menjadi hydrogen dan bereaksi dengan SO4 menjadi asam sulfat (H2SO4). Pada saat yang sama oksigen (O2) terurainya H2O diikat oleh timbal (Pb). Plate positif membentuk timbal (PbO2).
Pada saat proses discharging, specific gravity electrolyte battery mengalami penurunan karena pada saat tersebut  sulfuric acid (asam sulfat) diikat oleh timbal sehingga menjadi timbalk sulfat (PbSO4) sehingga yang tersisa dari  electrolyte adalah air. Pada peristiwa  charging specific, gravity larutan electrolyte akan naik karena pada saat tersebut terbentuk larutan asam sulfat (H2SO4).  Specific gravity dan tegangan battery.
Pada proses charging H2O terurai H2 dan O2 untuk bereaksi dengan Pb dan SO4. Gas H2 bersifat mudah terbakar dan explosive sehingga perlu terdapat ventilasi yang cukup dan dari api. Bila melakukan charging dengan charger tutup battery harus dibuka dan pastikan lubang ventilasi tutup battery selalu bersih, battery yang mengalami over charging ditandai dengan penambahan air battery yang berlebihan, karena H2O menguap pada saat reaksi charging yang berlebihan  sehingga temperatur mengalami kenaikan yang berlebih  pula. Untuk menambah level  electrolyte  battery gunakan air suling (H2O).



GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Prinsip Dasar Pendingin ( Coolant )

Hiii Sobat Pembaca,,
kali ini ane akan share tentang prinsip dasar pendingin agar sobat pembaca bisa memahami pentingnya pemilihan yang tepat untuk pemilihan jenis pendinginan untuk perawatan mesin.
okeeeyy ,,,,langsung yaaahhh,,,

Coolant adalah zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine. Fungsi utama coolant adalah sebagai penyerap panas, pada bagian-bagian engine seperti cylinder block & cylinder head.
Sifat- sifat yang harus dimiliki coolant diantaranya sebagai berikut:

  1. Memiliki sifat penyerap panas/sebagai media pemindah panas. 
  2. Mencegah terjadinya/ timbulnya endapan pada sirkuit sistem pendingin. 
  3. Tidak berakibat korosif logam besi tembaga ataupun aluminum. 

Air merupakan media praktis sebagai penyerap panas walaupun demikian lambat laun air dapat
menyebabkan korosi dan karena kandungan mineral dalam  air dapat mengakibatkan timbulnya
endapan pada permukaan saluran pendingin. Clorida, sulfat, magnesium dan calsium pada air dapat
menyebabkan  scale deposit dan  sludge deposit atau korosi. Air yang telah mengalami distilasi  atau
detonisasi direkomendasikan penggunaannya untuk mengurangi efek yang dibutuhkan oleh kandungan mineral pada air.
Kandungan maksimum mineral dalam air pendingin ditunjukkan dalam tabel berikut :
Selain batas maksimum kandungan mineral air tidak boleh bersifat asam atau bersifat basa atau memiliki pH 7, selain itu air harus bersih, tidak berwarna dan tidak berasa.



GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Prinsip Dasar Pelumas

hiii Sobat,,,jumpa lagi yaaa,,postingan kali ini nih yang patut sobat cermatin karena ini yang menentukan perawatan yang bagus itu dari mana siihh...
okeeyyy langsung yaahh..

Ol i

Terdapat dua jenis lubricant yang biasa digunakan pada pemakaian sehari-hari yaitu Solid Lubricant dan Liquid Lubricant. Oli merupakan jenis  liquid lubricant sedangkan grease merupakan salah satu bentuk solid lubricant.
Oli ( Oil ) dibuat dari “base oil“ dan  “additive“ (bahan tambahan). Terdapat  tiga jenis base oil yang
digunakan :

  • Crude oil (minyak bumi):  
  1. Parrafinis base oil 
  2. Naptanic base oil 
  3. Aromatic base oil 
  • Natural oil (Minyak nabati) 
  • Syntetic oil (Bahan Kimia) 

•  Additive
Additive adalah bahan tambahan yang berfungsi untuk memperbaiki sifat-sifat mutu oli seperti :
  1. Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
  2. Viskositas Index (VI ) improves memperbaiki nilai viskositas oli. 
  3. Anti wear memperbaiki sifat oli untuk mencegah keausan. 
  4. Anti Rust/corrosion memperbaiki sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
  5. Oxidation inhibitor memperbaiki sifat oli terhadap peristiwa oksidasi 
  6. Dipersant 
  7. Anti foam memperbaiki sifat oli agar oli tidak mudah berbusa, dll. 
Oli terbuat dari 80 – 85 % based oil dan 15 – 20 % additive. Mutu oli tidak dapat dengan melihat bentuk fisik maupun merasakannya dengan panca indra.
Oli diklasifikasikan ke dalam 5 macam jenis oli :
  1. Engine oil. 
  2. Hydraulic oil. 
  3. Gear oil. 
  4. Brake oil. 
  5. Automotatic Transmission Fluida ( ATF ). 
Semua jenis oli tersebut memiliki sifat kekentalan yang diukur berdasar atas angka kekentalan kinematisnya. Kekentalan kinematis pelumas diuji menggunakan beberapa metode uji, salah satunya menggunakan metode uji dengan standard viskositas kinematis yang dinyatakan dalam  centi stoke(cST).
Berdasarkan pada nilai viskositas kinematis tersebut oli dikelompokkan pada grade–grade tertentu dalam viskositas grade. Viskositas grade adalah angka yang menunjukkan tingkat kekentalan pelumas. Terhadap beberapa standard kekentalan oil yang dikeluarkan beberapa badan sebagai pedoman standard kekentalan pelumas.
Badan yang mengeluarkan standard tersebut diantaranya adalah:
  1. SAE ( Society Of Automatic Engineers ) dengan skala SAE10, SAE20, SAE30, SAE40, SAE20W-50, SAE90 dst. 
  2. AGMA (American Gear Manufaturer Association) dengan skala AGMA1,AGMA2, AGMA3,AGMA4, 5, 6, 7, 8, 8A. 
  3. ISO (International Standardization Organization) dengan skala 32 – 1500. 
  4. API (American Petroleum Institute) 
               •  Oli untuk Gasoline Engine : SA, SB, SC, SD, SE and SF
               •  Oli untuk Diesel Engine : CA, CB, CC, CD, CE and CF
               •  Viskositas Index.

Viskositas Index adalah bilangan atau angka yang menunjukkan kestabilan kekentalan oil terhadap
perubahahn temperatur. Oli berubah kekentalannya akibat pengaruh panas atau temperatur oli akan
menjadi encer akibat panas.
Oli berdasar viskositas  indexnya dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu:
  1. Rendah bila nilai viskositas indexnya 1 – 29. 
  2. Sedang bila nilai viskositas indexnya 30 – 79. 
  3. Tinggi bila nilai viskositas indexnya 80 – 100. 
Contoh berikut menunjukkan oli dengan viskositas grade yang sama tetapi viskositas indexnya berbeda.
Perbedaannya ada dibawah tabel ini :
No SAE menunjukkan viskositas grade yang dikeluarkan SAE. Mesran 30 memiliki viskositas index yang lebih tinggi dibanding mesran B-30 karena memiliki ketahanan temperatur yang lebih baik. Pelumas yang digunakan pada mesin harus sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pembuat mesin.
Contoh berikut menjelaskan jenis produk dan spesifikasi pemakaian yang berbeda.

Grease

Grease merupakan pelumas berbentuk padat. Terbuat dari minyak pelumas yang didapatkan dengan campuran sabun metalic atau non sabun metalic dan additive. Berikut skema beban yang digunakan pada pembuatan grease.
•  Klasifikasi Grease
Pelumas diklasifikasikan berdasar tingkat kekentalan, sedangkan grease diklasifikasikan berdasarkan tingkat kekerasaan  (consistency). Klasifikasi tingkat kekerasan grease ditentukan oleh  National Lubricating Institute (NLGI ), yang membagi tingkat kekerasan grease menjadi 9 tingkat kekerasaan (000-6). Penentuan kekerasan ini diuj i berdasarkan persyaratan uji ASTM D217  (American Standard Tool Testing and Material) dengan mengukur jarak penetrasi grease (1/10 mm). Pada temperatur 25ºC dengan alat  one quarter scale cone equipment. Table berikut menunjukkan klasifikasi tingkat kekentalan grease yang ditetapkan oleh NLGI .
•  Spesifikasi Grease.
Spesifiaksi grease dipengaruhi oleh ciri fisik grease yang menentukan kemampuan grease sebagai pelumas.

  1. Penetration atau penetrasi adalah kemampuan grease melakukan penetrasi dipengaruhi oleh kekentalan grease. Semakin kental/keras grease angka penetrasinya semakin kecil. Grease dengan kemampuan penetrasi tinggi akan mampu memberikan pelumasan pada celah yang kecil dengan baik.
  2. Drop point atau titik leleh adalah titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.Drop point menentukan suhu kerja maksimum grease yang biasanya ditentukan dibawah drop point.

Pokok-Pokok Pelumasan yang Benar


  1. Pastikan bahwa jenis pelumas yang digunakan sesuai untuk setiap titik/bagian pelumasan sesuai rekomendasi pembuat mesin.
  2. Berikan pelumasan atau penggantian pada selang waktu yang tetap sesuai rekomendasi pembuat mesin.
  3. Berikan pelumasan atau penggantian pelumas dengan cara yang tepat dan sesuai petunjuk OMM.
  4. Berikan pelumasan dalam jumlah yang tepat sesuai petunjuk perawatan dan pengoperasian.
  5. Jaga agar pelumas tetap bersih dengan cara menutup tempatnya dan menjaga kebersihan ruang penyimpanannya.
  6. Berikan pelumasan dengan peralatan yang bersih dan cegah terjadinya kontaminasi pelumas.

Penyimpanan dan Penanganan Pelumas

Pelumas sedapat mungkin di bawah atap sehingga tidak  terpengaruh cuaca. Apapun bentuk kemasan/ tempat pelumas bila sudah pernah dibuka dan isinya sudah dipakai haruslah ditutup kembali.
Bila penyimpanan drum yang belum dibuka diluar tidak dapat dihindarkan maka beberapa tindakan pencegahan harus dilakukan :

  1. Drum sebaiknya disimpan dengan posisi tidur, dengan  posisi tutup membentuk garis horizontal (jam tiga atau sembilan).
  2. Apabila oleh suatu sebab drum harus disimpan berdiri, drum harus terlepas dari tanah dan dilepaskan dengan posisi terbalik (tutup dibawah). Bila tidak mungkin posisikan drum miring agar air hujan tidak mengenai tutup.
  3. Gunakan lap untuk membersihkan  hose atau peralatan lain, tetapi jangan gunakan lap dari bahan katun wool lepas yang cenderung meninggalkan serat pada saat digunakan lap.




GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Prinsip dasar bahan bakar diesel ( diesel Fuel )

Hiii sobat pembaca...
malam ini ane akan coba psoting tentang prinsip dasar dari bahan bakar yaa..
Tujuanya biar sobat bisa dikit-dikit tau tuh dari mana sih bahn bakar tuh di prosesnya.
langsung aja yaahh..

Pengetahuan Umum Bahan Bakar Diesel

Diesel fuel merupakan hasil proses distilasi terhadap  crude oil, dengan cara memanaskan crude oil. Gambar berikut menunjukkan proses distilasi sehingga diperoleh diesel fuel. Crude oil dituangkan dari bagian atas tower pemisah dan dipanaskan pada bagian bawah. Akibat proses pemanasan diperoleh berbagai tingkatan hasil distilasi berdasar boiling point yang berbeda.
Fuel yang digunakan pada diesel adalah light diesel oil yang memiliki boiling Point 240º C-350º C dan dihasil dari proses distilasi setelah  karosene.  Field  dari jenis  light diesel oil ini sesuai dipergunakan untuk diesel engine kecil maupun besar kecepatan tinggi. Komatsu merekomendasikan light diesel oil untuk engine Komatsu.
Hal – hal penting yang perlu diperhatikan pada spesifikasi fuel adalah :
•  Specific Gravity 
Fuel dengan viskositas dan  boiling point tinggi memiliki  specific gravity yang lebih tinggi dari pada fuel dengan viskositas dan  boiling point rendah. Pada temperatur konstan dan panjang langkah injeksi yang sama diperoleh jumlah bahan yang diijinkan lebih banyak dibanding dengan specific yang tinggi.
•  Flash Point 
Fuel dengan  flash point rendah lebih mudah penyalaannya (ignition), perlu penanganan yang hati-hati terhadap  fuel dengan point rendah.  Flash point  merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar.
•  Kandungan sulfur
Kandungan sulfur pada  fuel akan bereaksi dengan oksigen pada saat pembakaran sehingga menghasilkan Asam Sulfat  (Sulfuric Acid).  Asam sulfat ini akan bersifat korosif terhadap engine. Maksimum kandungan sulfur pada  fuel 0.5 % dengan jadwal penggantian oli setiap 250 Hm.Bila kandungan sulfur pada fuel  lebih tinggi dari 0.5 % jadwal penggantian oli harus dipercepat.
•  Pour Point 
Pour point menunjukkan temperatur terendah  fuel dapat mengalir.  Pour point  yang tinggi mengakibatkan fuel  susah mengalir sehingga mengakibatkan kemampuan starting menjadi buruk.
•  Cetane Number 
Cetane number merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran.  Cetane number rendah mengakibatkan pembakaran yang kurang bagus misalnya terjadi pembakaran tunda (detonasi), sulit start, pada temperatur rendah tercampurnya oli oleh  fuel yang tidak terbakar. Sedangkan Cetane number yang terlalu tinggi mengakibatkan pembakaran terlalu mudah sehingga terjadi knocking pada ruang bakar.
•  Ash Content 
Ash pada  fuel sebenarnya terdiri dari tiga tipe yaitu particle padat  (solid particle), campuran garam inorganic (in organic salt solution) dan  oli soluble organic. Rata-rata kandungan  ash (ash content) pada  fuel   di Diesel oil adalah 0.02 – 0.03 %. Kenaikan kanduingan ash disebabkan oleh debu dan kotoran dari luar. Masing-masing produk engine memiliki spesifikasi  fuel yang dipersyaratkan dalam penggunaan.Gunakan spesifikasi fuel  sesuai rekomendasi dalam mengoperasikan engine.


Penanganan Fuel 

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menangani fuel adalah:
•  Fuel  harus ditangani secara hati–hati agar tidak terjadi kontaminasi terhadap air,debu,kotoran atau minyak tanah.
•  Jangan menggunakan pompa dan hose  bergantian untuk diesel fuel, karosene dan oli.
•  Bila fuel  disimpan dalam drum, maka:

  1. Tempatkan drum terlindung dari sinar matahari atau panas. 
  2. Tumpuk drum pada posisi mendatar dan posisikan tutup drum tertutup oleh  fuel   (tutup  fuel pada posisi jam 3 atau jam 9). 

•  Gunakan fuel resevoir (fuel tank) untuk penyimpanan fuel dalam skala besar dan pastikan adanya drain cek untuk membuang endapan atau air.


GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Minggu, 20 Agustus 2017

Prinsip Dasar Fasteners

hiii sobat Pembaca,,
sekarang ane posting tahap 2 untuk pengenalan standart perawatan yahh.
ane akan kupas tentang FASTENERS.

Fasteners atau pengencang
digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly.  Fasteners digunakan karena komponen assembly tidak bisa dibuat secara utuh dari satu bagian sehingga dibuat dari beberapa  parts  atau komponen untuk mempermudah pembuatan, pemasangan, perawatan dan perbaikan. Dibawah ini akan dijelaskan berbagai macam fasteners.

Bolt

Bolt adalah fasteners  yang digunakan sebagai pasangan dari Nut.Bentuk lain bolt adalah capscrew yang merupakan  fasteners pasangan dari lubang ulir. Dengan demikian,bolt dan capscrew dibedakan berdasarkan aplikasi pemakaiannya sebagai fasteners. Berbagai macam bolt dan capscrew ditunjukkan pada gambar berikut:
Macam-macam Bolt
•  Spesifikasi Bolt
Bentuk  bolt terdiri atas  head body dan  thread. Ukuran head dan  bolt menentukan berapa ukuran kunci dan socket yang digunakan.
Ukuran head Bolt
Ukuran  bolt ditentukan oleh diameter puncak  thread, sedangkan panjang  bolt diukur dari bagian bawah head ke bagian ujung thread (bolt). Beberapa bentuk  bolt memiliki ketentuan penentuan ukuran panjang yang berbeda seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Dimensi Bolt
Ukuran bolt juga ditentukan oleh ukuran thread. Berdasarkan Unifled Screw Thread Standard, thread diukur dengan menghitung jumlah puncak ulir setiap inci dan Bolt dapat dinotasikan sebagai berikut:
Thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan  thread Halus (fine thread) yang ditandai dengan notasi UNC untuk coarse thread dan UNF untuk fine thread. Coarse thread memiliki alur yang lebih dalam dan banyak digunakan sedangkan  fine thread ulirnya kecil dan digunakan hanya pada pemakaian tertentu, misalnya untuk pengikat parts yang tipis.
Pada standarisasi metrik, ukuran ulir ditentukan oleh jarak antara puncak ulir terdekat. Notasi yang digunakan untuk menyatakan ukuran ulir metrik adalah sebagai berikut:

•  Tingkat (Grade) Kekuatan Bolt
Society of Automotive Engineer (SAE) membuat standarisasi untuk mengklasifikasikan United(inch-series) bolt dan capscrew pada beberapa grade berdasarkan material,  treatment dan tensile strength(kekuatan tariknya). Selain itu komatsu juga membuat standar untuk  bolt yaitu  KES(Komatsu Engineering Standart). Klasifikasi  grade ditunjukkan dengan tanda pada permukaan atas head bolt.
Tabel dibawah ini menunjukkan spesifikasi dan tanda bolt  berdasarkan standarisasi KES:
Bolt dengan Standart KES
Standarisasi  grade bolt metrik ditetapkan oleh International Standardization of Organization (ISO),pengklasifikasiannya berdasarkan atas kekuatan tensile dan yield. Tanda angka pada permukaan atas Bolt menandakan klasifikasi kekuatannya. Semua Bolt  dan capscrew yang ukuran diameternya diatas 4 mm memiliki tanda angka pada permukaan atas head Bolt.

Nut

Nut merupakan  fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. Nut berbentuk segienam (hexagon) atau segi empat dengan lubang berulir kasar atau halus pada bagian tengah  bolt pasangannya.American Society for Testing Material (ASTM) dan SAE memberikan standarisasi untuk material dan kekuatan pada  unified (inch), sedangkan ISO dan ASTM memberikan standarisasi untuk kelas  nut.Nut-metrik yang digunakan di USA diklasifikasikan menjadi 5, 9 dan 10. Angka ini menunujukkan kekuatan tarik (tensile strength) tertinggi dari  screw atau  bolt  yang harus digunakan untuk mencegah kerusakan.
Nut memiliki tiga dimensi penting, yaitu: tebal, lebar (ukuran kunci) dan diameter dalam. Gambar berikut ini menunjukkan berbagai jenis Nut.
Nut

Washer

Washer merupakan cincin penutup yang digunakan antara  bolt ataupun  nut terhadap  parts atau komponen yang diikat. Berdasarkan fungsinya washer terdapat beberapa bentuk, yaitu:

  1. Plain Washer, mendistribusikan beban pengikat dengan permukaan yang lebih luas dibanding bolt atau nut serta mencegah kerusakan permukaan part yang diikat.
  2. Helical Spring Washer, digunakan untuk menjamin agar bolt atau nut kencang (tidak mudah kendor) pada part yang menerima getaran atau vibrasi.
  3. Toothed Lock Washer, digunakan untuk menjamin bolt atau nut tidak mudah kendor akibat getaran atau  vibrasi. Aplikasi ini mirip dengan Helical Spring Washer,  toothed lock washer sendiri banyak digunakan pada pemasangan nut di terminal kabel.

Gambar berikut menunjukkan beberapa macam jenis washer:

Screw

Screw merupakan salah satu jenis  fasteners yang bentuknya hampir sama dengan  bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil.

  • Screw sebagai pengencang berpasangan dengan  nut atau lubang  thread.
  • Driver yang digunakan sebagai pengencang berupa screw driver, Kunci L atau socket screw.

Gambar dibawah ini menunjukkan berbagai macam screw:

Screw

Stud

Stud  merupakan salah satu jenis  fasteners berupa  steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. Salah satu ujung  thread dikencangkan pada parts atau komponen, sedangkan salah satu ujungnya mengikat  part dengan menggunakan  nut, gambar berikut menunjukkan bentuk  stud dan pemasangannya sebagai pengikat.
Stud

Pins

Pin digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi  parts yang saling disambungkan. Berbagai bentuk  pin  ditunjukkan pada gambar berikut:
Macam-macam Pin
Fungsi masing-masing pin:

  1. Cotter pin berfungsi sebagai lock pada clevis pin, stopped nut dan caste nut.
  2. Dowel pin berfungsi sebagai pelurus (alignment) terhadap komponen yang diikat.
  3. Clevis pin digunakan sebagai  pin engsel untuk  U-yoke pada  linkage yang dalam pemasangannya dilengkapi cotter pin sebagai lock.
  4. Spring pin berfungsi sebagai pengikat yang bersifat  self locked pin,  spring pin berbentuk cylinder spring yang berukuran  oversize terhadap lubang pin sehingga pada saat dipasang terhadap gaya tekan dari spring pin terhadap lubang.
  5. Quick lock pin digunakan sebagai lock terhadap pin, dengan demikian quick lock pin berfungsi untuk membuka atau melepas pin.
  6. Taper pin digunakan sebagai lock terhadap dua komponen yang dipasang tetap.
  7. Grooved pin digunakan sebagai fasteners seperti spring pin.
  8. Spring lock pin merupakan  fasteners  yang digunakan berpasangan dengan  clevis pin  untuk mempermudah melepas dan memasang bagian yang saling berhubungan.


Snap Ring

Snap ring merupakan pendukung yang berfungsi sebagai  lock penempatan posisi atau penahan (retainer), contoh menempatkan dan menahan posisi  shaft pada  hole. Macam-macam bentuk  snap ring ditunjukkan pada gambar berikut:
Snap Ring
Clamp
Clamp digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam, clamp digunakan sebagai pengikat agar tidak terjadi kebocoran cairan atau udara, tipe clamp ini disebut  hose clamp. Bentuk clamp lain yang digunakan adalah  wire rope clamp yang digunakan sebagai  clamp untuk penyambungan wire rope.
Gambar dibawah ini menunjukkan hose clamp:
Hose Clamp
Key
Key atau pasak digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. Terdapat dua jenis key yaitu  reactangular  atau  square key  dan woodruf key seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini:
Key

GLOSARIUM

Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat.