Senin, 21 Agustus 2017

Prinsip Dasar Pelumas

hiii Sobat,,,jumpa lagi yaaa,,postingan kali ini nih yang patut sobat cermatin karena ini yang menentukan perawatan yang bagus itu dari mana siihh...
okeeyyy langsung yaahh..

Ol i

Terdapat dua jenis lubricant yang biasa digunakan pada pemakaian sehari-hari yaitu Solid Lubricant dan Liquid Lubricant. Oli merupakan jenis  liquid lubricant sedangkan grease merupakan salah satu bentuk solid lubricant.
Oli ( Oil ) dibuat dari “base oil“ dan  “additive“ (bahan tambahan). Terdapat  tiga jenis base oil yang
digunakan :

  • Crude oil (minyak bumi):  
  1. Parrafinis base oil 
  2. Naptanic base oil 
  3. Aromatic base oil 
  • Natural oil (Minyak nabati) 
  • Syntetic oil (Bahan Kimia) 

•  Additive
Additive adalah bahan tambahan yang berfungsi untuk memperbaiki sifat-sifat mutu oli seperti :
  1. Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
  2. Viskositas Index (VI ) improves memperbaiki nilai viskositas oli. 
  3. Anti wear memperbaiki sifat oli untuk mencegah keausan. 
  4. Anti Rust/corrosion memperbaiki sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
  5. Oxidation inhibitor memperbaiki sifat oli terhadap peristiwa oksidasi 
  6. Dipersant 
  7. Anti foam memperbaiki sifat oli agar oli tidak mudah berbusa, dll. 
Oli terbuat dari 80 – 85 % based oil dan 15 – 20 % additive. Mutu oli tidak dapat dengan melihat bentuk fisik maupun merasakannya dengan panca indra.
Oli diklasifikasikan ke dalam 5 macam jenis oli :
  1. Engine oil. 
  2. Hydraulic oil. 
  3. Gear oil. 
  4. Brake oil. 
  5. Automotatic Transmission Fluida ( ATF ). 
Semua jenis oli tersebut memiliki sifat kekentalan yang diukur berdasar atas angka kekentalan kinematisnya. Kekentalan kinematis pelumas diuji menggunakan beberapa metode uji, salah satunya menggunakan metode uji dengan standard viskositas kinematis yang dinyatakan dalam  centi stoke(cST).
Berdasarkan pada nilai viskositas kinematis tersebut oli dikelompokkan pada grade–grade tertentu dalam viskositas grade. Viskositas grade adalah angka yang menunjukkan tingkat kekentalan pelumas. Terhadap beberapa standard kekentalan oil yang dikeluarkan beberapa badan sebagai pedoman standard kekentalan pelumas.
Badan yang mengeluarkan standard tersebut diantaranya adalah:
  1. SAE ( Society Of Automatic Engineers ) dengan skala SAE10, SAE20, SAE30, SAE40, SAE20W-50, SAE90 dst. 
  2. AGMA (American Gear Manufaturer Association) dengan skala AGMA1,AGMA2, AGMA3,AGMA4, 5, 6, 7, 8, 8A. 
  3. ISO (International Standardization Organization) dengan skala 32 – 1500. 
  4. API (American Petroleum Institute) 
               •  Oli untuk Gasoline Engine : SA, SB, SC, SD, SE and SF
               •  Oli untuk Diesel Engine : CA, CB, CC, CD, CE and CF
               •  Viskositas Index.

Viskositas Index adalah bilangan atau angka yang menunjukkan kestabilan kekentalan oil terhadap
perubahahn temperatur. Oli berubah kekentalannya akibat pengaruh panas atau temperatur oli akan
menjadi encer akibat panas.
Oli berdasar viskositas  indexnya dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu:
  1. Rendah bila nilai viskositas indexnya 1 – 29. 
  2. Sedang bila nilai viskositas indexnya 30 – 79. 
  3. Tinggi bila nilai viskositas indexnya 80 – 100. 
Contoh berikut menunjukkan oli dengan viskositas grade yang sama tetapi viskositas indexnya berbeda.
Perbedaannya ada dibawah tabel ini :
No SAE menunjukkan viskositas grade yang dikeluarkan SAE. Mesran 30 memiliki viskositas index yang lebih tinggi dibanding mesran B-30 karena memiliki ketahanan temperatur yang lebih baik. Pelumas yang digunakan pada mesin harus sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pembuat mesin.
Contoh berikut menjelaskan jenis produk dan spesifikasi pemakaian yang berbeda.

Grease

Grease merupakan pelumas berbentuk padat. Terbuat dari minyak pelumas yang didapatkan dengan campuran sabun metalic atau non sabun metalic dan additive. Berikut skema beban yang digunakan pada pembuatan grease.
•  Klasifikasi Grease
Pelumas diklasifikasikan berdasar tingkat kekentalan, sedangkan grease diklasifikasikan berdasarkan tingkat kekerasaan  (consistency). Klasifikasi tingkat kekerasan grease ditentukan oleh  National Lubricating Institute (NLGI ), yang membagi tingkat kekerasan grease menjadi 9 tingkat kekerasaan (000-6). Penentuan kekerasan ini diuj i berdasarkan persyaratan uji ASTM D217  (American Standard Tool Testing and Material) dengan mengukur jarak penetrasi grease (1/10 mm). Pada temperatur 25ºC dengan alat  one quarter scale cone equipment. Table berikut menunjukkan klasifikasi tingkat kekentalan grease yang ditetapkan oleh NLGI .
•  Spesifikasi Grease.
Spesifiaksi grease dipengaruhi oleh ciri fisik grease yang menentukan kemampuan grease sebagai pelumas.

  1. Penetration atau penetrasi adalah kemampuan grease melakukan penetrasi dipengaruhi oleh kekentalan grease. Semakin kental/keras grease angka penetrasinya semakin kecil. Grease dengan kemampuan penetrasi tinggi akan mampu memberikan pelumasan pada celah yang kecil dengan baik.
  2. Drop point atau titik leleh adalah titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.Drop point menentukan suhu kerja maksimum grease yang biasanya ditentukan dibawah drop point.

Pokok-Pokok Pelumasan yang Benar


  1. Pastikan bahwa jenis pelumas yang digunakan sesuai untuk setiap titik/bagian pelumasan sesuai rekomendasi pembuat mesin.
  2. Berikan pelumasan atau penggantian pada selang waktu yang tetap sesuai rekomendasi pembuat mesin.
  3. Berikan pelumasan atau penggantian pelumas dengan cara yang tepat dan sesuai petunjuk OMM.
  4. Berikan pelumasan dalam jumlah yang tepat sesuai petunjuk perawatan dan pengoperasian.
  5. Jaga agar pelumas tetap bersih dengan cara menutup tempatnya dan menjaga kebersihan ruang penyimpanannya.
  6. Berikan pelumasan dengan peralatan yang bersih dan cegah terjadinya kontaminasi pelumas.

Penyimpanan dan Penanganan Pelumas

Pelumas sedapat mungkin di bawah atap sehingga tidak  terpengaruh cuaca. Apapun bentuk kemasan/ tempat pelumas bila sudah pernah dibuka dan isinya sudah dipakai haruslah ditutup kembali.
Bila penyimpanan drum yang belum dibuka diluar tidak dapat dihindarkan maka beberapa tindakan pencegahan harus dilakukan :

  1. Drum sebaiknya disimpan dengan posisi tidur, dengan  posisi tutup membentuk garis horizontal (jam tiga atau sembilan).
  2. Apabila oleh suatu sebab drum harus disimpan berdiri, drum harus terlepas dari tanah dan dilepaskan dengan posisi terbalik (tutup dibawah). Bila tidak mungkin posisikan drum miring agar air hujan tidak mengenai tutup.
  3. Gunakan lap untuk membersihkan  hose atau peralatan lain, tetapi jangan gunakan lap dari bahan katun wool lepas yang cenderung meninggalkan serat pada saat digunakan lap.




GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Prinsip dasar bahan bakar diesel ( diesel Fuel )

Hiii sobat pembaca...
malam ini ane akan coba psoting tentang prinsip dasar dari bahan bakar yaa..
Tujuanya biar sobat bisa dikit-dikit tau tuh dari mana sih bahn bakar tuh di prosesnya.
langsung aja yaahh..

Pengetahuan Umum Bahan Bakar Diesel

Diesel fuel merupakan hasil proses distilasi terhadap  crude oil, dengan cara memanaskan crude oil. Gambar berikut menunjukkan proses distilasi sehingga diperoleh diesel fuel. Crude oil dituangkan dari bagian atas tower pemisah dan dipanaskan pada bagian bawah. Akibat proses pemanasan diperoleh berbagai tingkatan hasil distilasi berdasar boiling point yang berbeda.
Fuel yang digunakan pada diesel adalah light diesel oil yang memiliki boiling Point 240º C-350º C dan dihasil dari proses distilasi setelah  karosene.  Field  dari jenis  light diesel oil ini sesuai dipergunakan untuk diesel engine kecil maupun besar kecepatan tinggi. Komatsu merekomendasikan light diesel oil untuk engine Komatsu.
Hal – hal penting yang perlu diperhatikan pada spesifikasi fuel adalah :
•  Specific Gravity 
Fuel dengan viskositas dan  boiling point tinggi memiliki  specific gravity yang lebih tinggi dari pada fuel dengan viskositas dan  boiling point rendah. Pada temperatur konstan dan panjang langkah injeksi yang sama diperoleh jumlah bahan yang diijinkan lebih banyak dibanding dengan specific yang tinggi.
•  Flash Point 
Fuel dengan  flash point rendah lebih mudah penyalaannya (ignition), perlu penanganan yang hati-hati terhadap  fuel dengan point rendah.  Flash point  merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar.
•  Kandungan sulfur
Kandungan sulfur pada  fuel akan bereaksi dengan oksigen pada saat pembakaran sehingga menghasilkan Asam Sulfat  (Sulfuric Acid).  Asam sulfat ini akan bersifat korosif terhadap engine. Maksimum kandungan sulfur pada  fuel 0.5 % dengan jadwal penggantian oli setiap 250 Hm.Bila kandungan sulfur pada fuel  lebih tinggi dari 0.5 % jadwal penggantian oli harus dipercepat.
•  Pour Point 
Pour point menunjukkan temperatur terendah  fuel dapat mengalir.  Pour point  yang tinggi mengakibatkan fuel  susah mengalir sehingga mengakibatkan kemampuan starting menjadi buruk.
•  Cetane Number 
Cetane number merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran.  Cetane number rendah mengakibatkan pembakaran yang kurang bagus misalnya terjadi pembakaran tunda (detonasi), sulit start, pada temperatur rendah tercampurnya oli oleh  fuel yang tidak terbakar. Sedangkan Cetane number yang terlalu tinggi mengakibatkan pembakaran terlalu mudah sehingga terjadi knocking pada ruang bakar.
•  Ash Content 
Ash pada  fuel sebenarnya terdiri dari tiga tipe yaitu particle padat  (solid particle), campuran garam inorganic (in organic salt solution) dan  oli soluble organic. Rata-rata kandungan  ash (ash content) pada  fuel   di Diesel oil adalah 0.02 – 0.03 %. Kenaikan kanduingan ash disebabkan oleh debu dan kotoran dari luar. Masing-masing produk engine memiliki spesifikasi  fuel yang dipersyaratkan dalam penggunaan.Gunakan spesifikasi fuel  sesuai rekomendasi dalam mengoperasikan engine.


Penanganan Fuel 

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menangani fuel adalah:
•  Fuel  harus ditangani secara hati–hati agar tidak terjadi kontaminasi terhadap air,debu,kotoran atau minyak tanah.
•  Jangan menggunakan pompa dan hose  bergantian untuk diesel fuel, karosene dan oli.
•  Bila fuel  disimpan dalam drum, maka:

  1. Tempatkan drum terlindung dari sinar matahari atau panas. 
  2. Tumpuk drum pada posisi mendatar dan posisikan tutup drum tertutup oleh  fuel   (tutup  fuel pada posisi jam 3 atau jam 9). 

•  Gunakan fuel resevoir (fuel tank) untuk penyimpanan fuel dalam skala besar dan pastikan adanya drain cek untuk membuang endapan atau air.


GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Minggu, 20 Agustus 2017

Prinsip Dasar Fasteners

hiii sobat Pembaca,,
sekarang ane posting tahap 2 untuk pengenalan standart perawatan yahh.
ane akan kupas tentang FASTENERS.

Fasteners atau pengencang
digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly.  Fasteners digunakan karena komponen assembly tidak bisa dibuat secara utuh dari satu bagian sehingga dibuat dari beberapa  parts  atau komponen untuk mempermudah pembuatan, pemasangan, perawatan dan perbaikan. Dibawah ini akan dijelaskan berbagai macam fasteners.

Bolt

Bolt adalah fasteners  yang digunakan sebagai pasangan dari Nut.Bentuk lain bolt adalah capscrew yang merupakan  fasteners pasangan dari lubang ulir. Dengan demikian,bolt dan capscrew dibedakan berdasarkan aplikasi pemakaiannya sebagai fasteners. Berbagai macam bolt dan capscrew ditunjukkan pada gambar berikut:
Macam-macam Bolt
•  Spesifikasi Bolt
Bentuk  bolt terdiri atas  head body dan  thread. Ukuran head dan  bolt menentukan berapa ukuran kunci dan socket yang digunakan.
Ukuran head Bolt
Ukuran  bolt ditentukan oleh diameter puncak  thread, sedangkan panjang  bolt diukur dari bagian bawah head ke bagian ujung thread (bolt). Beberapa bentuk  bolt memiliki ketentuan penentuan ukuran panjang yang berbeda seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Dimensi Bolt
Ukuran bolt juga ditentukan oleh ukuran thread. Berdasarkan Unifled Screw Thread Standard, thread diukur dengan menghitung jumlah puncak ulir setiap inci dan Bolt dapat dinotasikan sebagai berikut:
Thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan  thread Halus (fine thread) yang ditandai dengan notasi UNC untuk coarse thread dan UNF untuk fine thread. Coarse thread memiliki alur yang lebih dalam dan banyak digunakan sedangkan  fine thread ulirnya kecil dan digunakan hanya pada pemakaian tertentu, misalnya untuk pengikat parts yang tipis.
Pada standarisasi metrik, ukuran ulir ditentukan oleh jarak antara puncak ulir terdekat. Notasi yang digunakan untuk menyatakan ukuran ulir metrik adalah sebagai berikut:

•  Tingkat (Grade) Kekuatan Bolt
Society of Automotive Engineer (SAE) membuat standarisasi untuk mengklasifikasikan United(inch-series) bolt dan capscrew pada beberapa grade berdasarkan material,  treatment dan tensile strength(kekuatan tariknya). Selain itu komatsu juga membuat standar untuk  bolt yaitu  KES(Komatsu Engineering Standart). Klasifikasi  grade ditunjukkan dengan tanda pada permukaan atas head bolt.
Tabel dibawah ini menunjukkan spesifikasi dan tanda bolt  berdasarkan standarisasi KES:
Bolt dengan Standart KES
Standarisasi  grade bolt metrik ditetapkan oleh International Standardization of Organization (ISO),pengklasifikasiannya berdasarkan atas kekuatan tensile dan yield. Tanda angka pada permukaan atas Bolt menandakan klasifikasi kekuatannya. Semua Bolt  dan capscrew yang ukuran diameternya diatas 4 mm memiliki tanda angka pada permukaan atas head Bolt.

Nut

Nut merupakan  fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. Nut berbentuk segienam (hexagon) atau segi empat dengan lubang berulir kasar atau halus pada bagian tengah  bolt pasangannya.American Society for Testing Material (ASTM) dan SAE memberikan standarisasi untuk material dan kekuatan pada  unified (inch), sedangkan ISO dan ASTM memberikan standarisasi untuk kelas  nut.Nut-metrik yang digunakan di USA diklasifikasikan menjadi 5, 9 dan 10. Angka ini menunujukkan kekuatan tarik (tensile strength) tertinggi dari  screw atau  bolt  yang harus digunakan untuk mencegah kerusakan.
Nut memiliki tiga dimensi penting, yaitu: tebal, lebar (ukuran kunci) dan diameter dalam. Gambar berikut ini menunjukkan berbagai jenis Nut.
Nut

Washer

Washer merupakan cincin penutup yang digunakan antara  bolt ataupun  nut terhadap  parts atau komponen yang diikat. Berdasarkan fungsinya washer terdapat beberapa bentuk, yaitu:

  1. Plain Washer, mendistribusikan beban pengikat dengan permukaan yang lebih luas dibanding bolt atau nut serta mencegah kerusakan permukaan part yang diikat.
  2. Helical Spring Washer, digunakan untuk menjamin agar bolt atau nut kencang (tidak mudah kendor) pada part yang menerima getaran atau vibrasi.
  3. Toothed Lock Washer, digunakan untuk menjamin bolt atau nut tidak mudah kendor akibat getaran atau  vibrasi. Aplikasi ini mirip dengan Helical Spring Washer,  toothed lock washer sendiri banyak digunakan pada pemasangan nut di terminal kabel.

Gambar berikut menunjukkan beberapa macam jenis washer:

Screw

Screw merupakan salah satu jenis  fasteners yang bentuknya hampir sama dengan  bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil.

  • Screw sebagai pengencang berpasangan dengan  nut atau lubang  thread.
  • Driver yang digunakan sebagai pengencang berupa screw driver, Kunci L atau socket screw.

Gambar dibawah ini menunjukkan berbagai macam screw:

Screw

Stud

Stud  merupakan salah satu jenis  fasteners berupa  steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. Salah satu ujung  thread dikencangkan pada parts atau komponen, sedangkan salah satu ujungnya mengikat  part dengan menggunakan  nut, gambar berikut menunjukkan bentuk  stud dan pemasangannya sebagai pengikat.
Stud

Pins

Pin digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi  parts yang saling disambungkan. Berbagai bentuk  pin  ditunjukkan pada gambar berikut:
Macam-macam Pin
Fungsi masing-masing pin:

  1. Cotter pin berfungsi sebagai lock pada clevis pin, stopped nut dan caste nut.
  2. Dowel pin berfungsi sebagai pelurus (alignment) terhadap komponen yang diikat.
  3. Clevis pin digunakan sebagai  pin engsel untuk  U-yoke pada  linkage yang dalam pemasangannya dilengkapi cotter pin sebagai lock.
  4. Spring pin berfungsi sebagai pengikat yang bersifat  self locked pin,  spring pin berbentuk cylinder spring yang berukuran  oversize terhadap lubang pin sehingga pada saat dipasang terhadap gaya tekan dari spring pin terhadap lubang.
  5. Quick lock pin digunakan sebagai lock terhadap pin, dengan demikian quick lock pin berfungsi untuk membuka atau melepas pin.
  6. Taper pin digunakan sebagai lock terhadap dua komponen yang dipasang tetap.
  7. Grooved pin digunakan sebagai fasteners seperti spring pin.
  8. Spring lock pin merupakan  fasteners  yang digunakan berpasangan dengan  clevis pin  untuk mempermudah melepas dan memasang bagian yang saling berhubungan.


Snap Ring

Snap ring merupakan pendukung yang berfungsi sebagai  lock penempatan posisi atau penahan (retainer), contoh menempatkan dan menahan posisi  shaft pada  hole. Macam-macam bentuk  snap ring ditunjukkan pada gambar berikut:
Snap Ring
Clamp
Clamp digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam, clamp digunakan sebagai pengikat agar tidak terjadi kebocoran cairan atau udara, tipe clamp ini disebut  hose clamp. Bentuk clamp lain yang digunakan adalah  wire rope clamp yang digunakan sebagai  clamp untuk penyambungan wire rope.
Gambar dibawah ini menunjukkan hose clamp:
Hose Clamp
Key
Key atau pasak digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. Terdapat dua jenis key yaitu  reactangular  atau  square key  dan woodruf key seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini:
Key

GLOSARIUM

Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Prinsip dasar Liquid,torsi dan elektrik

hhii sobat pembaca,,
Postingan kali ini ane akan share tentang Basic Machine Element yang isi nya adalah pengenalan dasar mengenai bahan-bahan yang di gunakan untuk merawat alat berat.
Kali ini ane akan share mengenai LIQUID, TORSI DAN ELEKTRIK.


Liquid 

•  Tekanan (Pressure) 

Tekanan adalah gaya pada satuan luas, pascal menyatakan bahwa “zat cair dalam ruangan tertutup dan diam (tidak mengalir) mendapat tekanan maka tekanan tersebut akan diteruskan ke segala arah dengan sama rata dan tegak lurus bidang permukaannya.”
Penerapan hukum Pascal diilustrasikan pada gambar dibawah ini:


Tekanan pada hydraulic cylinder
Gambar (a) menunjukkan bahwa tekanan fluida (oli) yang terdapat dalam hydraulic cylinder mampu mengangkat sebuah beban. Pada gambar (b) dua buah cylinder mampu mengangkat beban dua kali lipat dari gambar (a), hal ini terjadi karena menggunakan dua buah piston hydraulic cylinder.Jumlah piston pada gambar (c) adalah satu buah tetapi piston tersebut memiliki luas permukaan dua kali lipat dari gambar (a) dan sama dengan gambar (b). Hal tersebut menunjukkan bahwa pergerakan piston (gaya) dipengaruhi oleh tekanan dan luas penampang, sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut:
Dimana : F = Gaya/Force (K g)
                P = Tekanan/Pressure  (Kg/Cm2)
                A = Luas Penampang/Area  (Cm2)

Pengukuran tekanan fluida dibagi menjadi dua macam yaitu :
>> Tekanan gauge 
Tekanan gauge adalah pengukuran tekanan yang mengabaikan  tekanan  udara (Tekanan Atmosphere) atau nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk pada alat pengukur tekanan (pressure gauge).
>> Tekanan absolute 
Tekanan absolute adalah tekanan yang dipengaruhi oleh besarnya tekanan  udara lain.
            Tekanan Absolute = Tekanan Gauge + Tekanan Atmosphere
Tekanan diukur menggunakan alat yang disebut dengan pressure gauge dengan satuan kg/cm2,Psi dan atmosphere. Dimana harga 1 kg/cm2 adalah sama dengan 1 atmosphere. Untuk pengukuran tekanan rendah yang lebih akurat digunakan manometer  berupa gelas pipa yang berisi mercury. Besarnya tekanan dapat dilihat dari tinggi selisih pada pipa gelas (height of mercury column) dengan
satuan mmHg atau InHg.

Contoh: Sebuah pressure gauge menunjukkan tekanan sistem sebesar 10 kg/cm2,pada saat tekanan
atmosfer 1,03 kg cm2, maka tekanan sistem yang sebenarnya adalah 11,03 kg/cm2.Jadi tekanan absolut sistem adalah 11,03 kg cm2
.

•  Rapat Relatif (Spesific Gravity) dan Berat Jenis (Density) 

Rapat Relatif (Spesific Gravity) adalah Perbandingan (ratio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. Spesific gravity setiap material berbeda-beda,air murni
mempunyai specific gravity satu, sedangkan battery electrolyte mempunyai specificity graffiti 1,26-
1,28 pada temperature 80°F (26,7°C ).

•  Kekentalan (Viscosity) 

Viscosity atau viskositas adalah ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir, semakin tinggi viskositasnya maka kemampuan mengalirnya semakin berkurang. Misalnya Oli memiliki viskositas lebih baik dari fuel sehingga oli lebih susah mengalir dibandingkan dengan fuel,Oli mesin dengan viskositas rendah bersifat encer dan mengalir dengan mudah dibandingkan dengan oli dengan
viskositas tinggi yang bersifat lebih kental dan mengalir lebih lambat.Viskositas dipengaruhi oleh temperatur bila oli panas maka oli akan menjadi lebih encer dan mengalir lebih cepat daripada oli dalam keadaan dingin.

Torsi  

•  Torsi  

Torsi adalah Gaya puntir atau gaya putar yang mengakibatkan suatu objek berputar pada sumbunya.Sebagai contoh adalah saat mengencangkan sebuah screw dengan menggunakan open end wrench.Ketika mengencangkan screw dengan pegangan tangan di tengah pegangan kunci, maka tenaga yang dibutuhkan akan lebih besar dan sebaliknya tenaga yang dibutuhkan akan lebih kecil j ika pegangan tangan di ujung dari kunci.
penggunaan Open End Wrench
Ilustrasi diatas menggambarkan bahwa torsi didasarkan pada dua faktor yaitu besarnya tenaga (gaya)dan jarak, sehingga dapat dikatakan bahwa kedua faktor itu yang menghasilkan torsi dan dirumuskan sebagai berikut:
Dimana : T = Torsi (Kgm)
                F = Gaya (Kg).
                 r = Jarak (m)

•  Leverage 

Mechanical lever digambarkan dengan sebuah batang atau tongkat yang  lurus ditunjuk ditengah-tengah batang tersebut digunakan untuk memodifikasi atau merubah gerakan dan besar gaya(meneruskan). Jadi  mechanical lever adalah suatu alat yang digunakan untuk meneruskan  dan menambah gerakan dan gaya.


Elektrik 

•  Arus  

Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, semakin tinggi perbedaan antara dua level air tersebut maka akan semakin besar aliran/arus air mengalirnya. Hal yang sama juga terjadi pada sistem kelistrikan.Arus listrik mengalir dari level potensial yang tinggi ke level potensial yang rendah, potensial yang tinggi disebut potensial positif (+) dan potensial rendah disebut potensial negatif (-)
Hubungan Aliran Air dan Arus Listrik
Ketika 2 konduktor (A) dan (B) yang bermuatan positif dan negatif dihubungkan dengan kawat penghantar (C), elektron-elektron bebas yang berada pada konduktor (B) akan ditarik oleh konduktor(A) melalui penghantar (C). Hal ini akan menyebabkan  arus elektron dari konduktor (B) yang bermuatan negatif ke konduktor (A) yang bermuatan positif.Pergerakan elektron inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya arus dari konduktor (A) yang bermuatan positif ke konduktor (B)yang bermuatan negatif.
Hubungan Arus Listrik dan Arus Electron
Coloumb (Q) adalah banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada
sebuah penghantar yang besarnya adalah :
Arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir melalui suatu titik tertentu selama satu detik.
Dimana : I  = Arus (Ampere)
               Q = Muatan listrik (Coloumb)
                t  = Waktu (Detik)
Satuan Arus Listrik adalah Coloumb perdetik atau ampere dengan simbol “A”.
          1 A = 1000 MA
          1 MA = 1000 MA
          1 A = 106 MA

•  Tegangan  

Tegangan adalah gaya yang mengakibatkan terjadinya arus listrik. Tegangan (voltage) terjadi akibat adanya beda/selisih potensial antara dua ujung konduktor.Beda potensial terjadi karena perbedaan jumlah elektron pada ujung konduktor. Arus listrik akan mengalir dari tegangan yang tinggi ( + ) ketegangan yang rendah ( - ). Satuan tegangan listrik disebut “Volt” dan disimbolkan “V”.
       1 MV = 1000 KV
       1 KV = 1000 V
       1 V = 1000 MV
Voltage dihasilkan antara 2 ( dua ) titik yaitu satu yang muatan positif dan satu titik yang muatan negatif.
voltage
Voltage akan timbul walaupun tidak terjadi aliran arus tetapi tidak akan mengalir bila tidak ada beda
potensial.

•  Hambatan 

Kawat tembaga pada umumnya digunakan untuk menghantarkan arus listrik karena kawat tembaga memiliki  hambatan yang kecil terhadap aliran listriknya.
Ketika elektron bebas berjalan melalui sebuah logam, elektron-elektron itu melalui molekul yang akan memperlambat kecepatan jalannya. Perlambatan kecepatan  itu merupakan hambatan yang umumnya disebut dengan elektric resistance atau hambatan listrik.
Satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F. Hambatan suatu penghantar dikatakan satu  bila besarnya hambatan tersebut menyebabkan mengalirnya arus sebesar 1 A, bila pada kedua
ujung penghantar dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 1 volts (pada temperatur konstan).Adapun harga hambatan pada sebuah penghantar dipengaruhi oleh bahan penghantar, luas penampang penghantar dan temperatur. Harga hambatan dapat dihitung dengan rumus :
Tahanan jenis setiap material berbeda-beda seperti pada tabel dibawah ini :
Nilai Tahanan dan Jenis Material
GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Mengenal Tadano

hiii sobat Pembaca ..
pada postingan kali ini ane akan mengenalkan tentang alat angkat yang di kategorikan sebagai alat support .
okeyy,,langsung aja yaa ane akan bahas..
Tadano merupakan salah satu produsen alat angkut crane yang  merupakan alat pengangkat untuk memindahkan material atau unit dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah atau sebaliknya.


Susunan Produk Tadano 

Produk-produk dari Tadano meliputi: Truck Cranes (TL,TG,TS, GT series), Rough Terrain Crane(TR,GR series), All Terrain Cranes (AR, ATF series), Truck Loader Cranes (TM series).





General view 

Berikut diberikan contoh gambaran Tadano dari berbagai model.

1. Jib
2. Auxiliary wire rope
3. Cab
4. Boom
5. Elevating cylinder
6. Auxiliary winch
7. Main winch
8. Engine
Tadano GR300EX

9.  Rear outrigger
10.  Rear axle
11.  Hydraulic oil tank
12.  Front axle
13.  Front outrigger
14.  Auxiliary hook block
15. Main hook block
16. Main wire rope






Structur Tadano Crane
Structur Tadano Truck Loader
Structure Tadano Crane

Power Train 

Berikut ini adalah struktur power train untuk Tadano Rough Terrain.

Power train Tadano Rough Terrain 

Kode Alat  

Kode untuk Tadano Jepang maupun Tadano Jerman (Tadano Faun)
Berikut ini adalah kode untuk Tadano Jepang
























Berikut kode untuk Tadano Jerman (Tadano Faun)















GLOSARIUM
Blade     : merupakan salah satu perlengkapan kerja (work equipment) yang tersedia pada sebuah Bulldozer dan Motor Grader yang berfungsi untuk mendorong, meratakan dan memotong material. 
Bucket      : perlengkapan kerja yang dipasang pada sebuah alat dan berfungsi untuk menggali(digging) dan memuat (loading) material tanah, batu, kayu dan lain-lain.
Bulldozer      : sebuah traktor rantai (crawler tractor) yang berguna untuk pekerjaan menggali,menggusur, mendorong tanah atau material dan menarik  log atau  portable camp yang dapat dioperasikan di berbagai medan. 
Bomag compactor       : salah satu produk dari Bomag yang berfungsi untuk pemadatan jalan. 
Crane       : sebuah alat yang digunakan untuk memindahkan barang. 
Crawler  tractor        : sebuah mesin yang menggunakan roda rantai untuk bergerak dan mempunyai tenaga besar dengan fungsi utamanya adalah menarik dan mendorong. 
Dump truck        : sebuah alat pengangkut material dari jarak sedang  hingga jauh, dimana material yang dibawa dapat diisikan oleh Excavator, Wheel Loader, maupun Shovel. 
Engine        : salah satu komponen utama pada sebuah alat berat yang berfungsi sebagai sumber tenaga. 
Forklift        : suatu alat yang terdiri dari badan (body) dan perlengkapan kerja (work equipment) yang digunakan untuk memuat (loading) dan menurunkan muatan (unloading), terutama pada daerah yang sempit. 
Hydraul ic Excavator       : merupakan alat serba guna yang dapat digunakan untuk menggali tanah (digging), memuat material ke dump truck (loading), mengangkat material (lifting), mengikis tebing (scraping), meratakan (grading), dan memecah batu (breaking).
Gambaran umum alat  (general view )       : merupakan gambaran luar dari sebuah alat yang dapat membedakan antara alat yang satu dengan alat yang lain. 
Genset       : alat untuk merubah energi mekais menjadi energi listrik. 
Grapple       : merupakan salah satu peralatan yang dipasang pada bagian depan wheel loader, seperti halnya bucket. Grapple ini digunakan untuk memuat kayu atau material yang sejenisnya.  
Power train       : susunan penyaluran daya dan putaran pada sebuah alat. 
Motor Grader        : sebuah traktor roda dengan dilengkapi peralatan kerja (work equipment) berupa blade scrifier, dan ripper yang fungsi utamanya untuk membuat jalan. 
Ripper       : merupakan peralatan yang berbentuk taji yang terpasang pada bagian belakang dari sebuah Bulldozer yang berfungsi untuk memecah batu atau material tanah yang keras menjadi bongkahan-bongkahan kecil sehingga memudahkan untuk digusur. 
Scarifier      : perlengkapan kerja pada Motor Grader yang digunakan untuk menggali material-material keras seperti aspal atau lapisan es yang tidak mampu digali dengan menggunakan blade. 
Susunan produk (product line)       : merupakan susunan produk-produk yang telah dibuat oleh produsen alat. 
Tilt Cylinder       : Sebuah  hydraulic cylinder yang berfungsi untuk menggerakkan  blade dengan posisi miring pada salah satu sisi. 
Towing winch       : gulungan kawat baja yang diletakkan pada bagian  belakang bulldozer yang berfungsi sebgai alat untuk menarik kayu, mesin, portable camp, dan lain-lain. 
Wheel Loader        : traktor dengan roda karet yang dilengkapi dengan  sebuah perlengkapan kerja, yaitu bucket yang berfungsi untuk menggali (digging), membawa (carrying),dan memuat (loading).  
Valmet forw arder        : salah satu produk Valmet yang berfungsi untuk mengangkut batang-batang kayu hasil potongan. 
Valmet Harvester         : salah satu produk valmet yang berfungsi untuk menebang pohon,memotong, mengupas kulit kayu.