Minggu, 20 Agustus 2017

Prinsip Dasar Fasteners

hiii sobat Pembaca,,
sekarang ane posting tahap 2 untuk pengenalan standart perawatan yahh.
ane akan kupas tentang FASTENERS.

Fasteners atau pengencang
digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly.  Fasteners digunakan karena komponen assembly tidak bisa dibuat secara utuh dari satu bagian sehingga dibuat dari beberapa  parts  atau komponen untuk mempermudah pembuatan, pemasangan, perawatan dan perbaikan. Dibawah ini akan dijelaskan berbagai macam fasteners.

Bolt

Bolt adalah fasteners  yang digunakan sebagai pasangan dari Nut.Bentuk lain bolt adalah capscrew yang merupakan  fasteners pasangan dari lubang ulir. Dengan demikian,bolt dan capscrew dibedakan berdasarkan aplikasi pemakaiannya sebagai fasteners. Berbagai macam bolt dan capscrew ditunjukkan pada gambar berikut:
Macam-macam Bolt
•  Spesifikasi Bolt
Bentuk  bolt terdiri atas  head body dan  thread. Ukuran head dan  bolt menentukan berapa ukuran kunci dan socket yang digunakan.
Ukuran head Bolt
Ukuran  bolt ditentukan oleh diameter puncak  thread, sedangkan panjang  bolt diukur dari bagian bawah head ke bagian ujung thread (bolt). Beberapa bentuk  bolt memiliki ketentuan penentuan ukuran panjang yang berbeda seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Dimensi Bolt
Ukuran bolt juga ditentukan oleh ukuran thread. Berdasarkan Unifled Screw Thread Standard, thread diukur dengan menghitung jumlah puncak ulir setiap inci dan Bolt dapat dinotasikan sebagai berikut:
Thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan  thread Halus (fine thread) yang ditandai dengan notasi UNC untuk coarse thread dan UNF untuk fine thread. Coarse thread memiliki alur yang lebih dalam dan banyak digunakan sedangkan  fine thread ulirnya kecil dan digunakan hanya pada pemakaian tertentu, misalnya untuk pengikat parts yang tipis.
Pada standarisasi metrik, ukuran ulir ditentukan oleh jarak antara puncak ulir terdekat. Notasi yang digunakan untuk menyatakan ukuran ulir metrik adalah sebagai berikut:

•  Tingkat (Grade) Kekuatan Bolt
Society of Automotive Engineer (SAE) membuat standarisasi untuk mengklasifikasikan United(inch-series) bolt dan capscrew pada beberapa grade berdasarkan material,  treatment dan tensile strength(kekuatan tariknya). Selain itu komatsu juga membuat standar untuk  bolt yaitu  KES(Komatsu Engineering Standart). Klasifikasi  grade ditunjukkan dengan tanda pada permukaan atas head bolt.
Tabel dibawah ini menunjukkan spesifikasi dan tanda bolt  berdasarkan standarisasi KES:
Bolt dengan Standart KES
Standarisasi  grade bolt metrik ditetapkan oleh International Standardization of Organization (ISO),pengklasifikasiannya berdasarkan atas kekuatan tensile dan yield. Tanda angka pada permukaan atas Bolt menandakan klasifikasi kekuatannya. Semua Bolt  dan capscrew yang ukuran diameternya diatas 4 mm memiliki tanda angka pada permukaan atas head Bolt.

Nut

Nut merupakan  fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. Nut berbentuk segienam (hexagon) atau segi empat dengan lubang berulir kasar atau halus pada bagian tengah  bolt pasangannya.American Society for Testing Material (ASTM) dan SAE memberikan standarisasi untuk material dan kekuatan pada  unified (inch), sedangkan ISO dan ASTM memberikan standarisasi untuk kelas  nut.Nut-metrik yang digunakan di USA diklasifikasikan menjadi 5, 9 dan 10. Angka ini menunujukkan kekuatan tarik (tensile strength) tertinggi dari  screw atau  bolt  yang harus digunakan untuk mencegah kerusakan.
Nut memiliki tiga dimensi penting, yaitu: tebal, lebar (ukuran kunci) dan diameter dalam. Gambar berikut ini menunjukkan berbagai jenis Nut.
Nut

Washer

Washer merupakan cincin penutup yang digunakan antara  bolt ataupun  nut terhadap  parts atau komponen yang diikat. Berdasarkan fungsinya washer terdapat beberapa bentuk, yaitu:

  1. Plain Washer, mendistribusikan beban pengikat dengan permukaan yang lebih luas dibanding bolt atau nut serta mencegah kerusakan permukaan part yang diikat.
  2. Helical Spring Washer, digunakan untuk menjamin agar bolt atau nut kencang (tidak mudah kendor) pada part yang menerima getaran atau vibrasi.
  3. Toothed Lock Washer, digunakan untuk menjamin bolt atau nut tidak mudah kendor akibat getaran atau  vibrasi. Aplikasi ini mirip dengan Helical Spring Washer,  toothed lock washer sendiri banyak digunakan pada pemasangan nut di terminal kabel.

Gambar berikut menunjukkan beberapa macam jenis washer:

Screw

Screw merupakan salah satu jenis  fasteners yang bentuknya hampir sama dengan  bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil.

  • Screw sebagai pengencang berpasangan dengan  nut atau lubang  thread.
  • Driver yang digunakan sebagai pengencang berupa screw driver, Kunci L atau socket screw.

Gambar dibawah ini menunjukkan berbagai macam screw:

Screw

Stud

Stud  merupakan salah satu jenis  fasteners berupa  steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. Salah satu ujung  thread dikencangkan pada parts atau komponen, sedangkan salah satu ujungnya mengikat  part dengan menggunakan  nut, gambar berikut menunjukkan bentuk  stud dan pemasangannya sebagai pengikat.
Stud

Pins

Pin digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi  parts yang saling disambungkan. Berbagai bentuk  pin  ditunjukkan pada gambar berikut:
Macam-macam Pin
Fungsi masing-masing pin:

  1. Cotter pin berfungsi sebagai lock pada clevis pin, stopped nut dan caste nut.
  2. Dowel pin berfungsi sebagai pelurus (alignment) terhadap komponen yang diikat.
  3. Clevis pin digunakan sebagai  pin engsel untuk  U-yoke pada  linkage yang dalam pemasangannya dilengkapi cotter pin sebagai lock.
  4. Spring pin berfungsi sebagai pengikat yang bersifat  self locked pin,  spring pin berbentuk cylinder spring yang berukuran  oversize terhadap lubang pin sehingga pada saat dipasang terhadap gaya tekan dari spring pin terhadap lubang.
  5. Quick lock pin digunakan sebagai lock terhadap pin, dengan demikian quick lock pin berfungsi untuk membuka atau melepas pin.
  6. Taper pin digunakan sebagai lock terhadap dua komponen yang dipasang tetap.
  7. Grooved pin digunakan sebagai fasteners seperti spring pin.
  8. Spring lock pin merupakan  fasteners  yang digunakan berpasangan dengan  clevis pin  untuk mempermudah melepas dan memasang bagian yang saling berhubungan.


Snap Ring

Snap ring merupakan pendukung yang berfungsi sebagai  lock penempatan posisi atau penahan (retainer), contoh menempatkan dan menahan posisi  shaft pada  hole. Macam-macam bentuk  snap ring ditunjukkan pada gambar berikut:
Snap Ring
Clamp
Clamp digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam, clamp digunakan sebagai pengikat agar tidak terjadi kebocoran cairan atau udara, tipe clamp ini disebut  hose clamp. Bentuk clamp lain yang digunakan adalah  wire rope clamp yang digunakan sebagai  clamp untuk penyambungan wire rope.
Gambar dibawah ini menunjukkan hose clamp:
Hose Clamp
Key
Key atau pasak digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. Terdapat dua jenis key yaitu  reactangular  atau  square key  dan woodruf key seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini:
Key

GLOSARIUM

Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar