Selasa, 22 Agustus 2017

Prinsip Dasar Seal

hiii Sobat pembaca...
pada postinga kali ini ane akan share tentang pengenalan prinsip dasar Seal.
Langsung aja ya sob....

SEALS

Seal digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. Terdapat dua jenis bentuk seal, yaitu:
•  Dynamic Seal digunakan sebagai perapat pada parts yang bergerak, contoh:
  1. Radial lip seal
  2. Clearance seal
  3. Ring seal
  4. Face seal
  5. Compression packing
  6. Molded packing
  7. Diaphragma seal
•  Static Seal digunakan sebagai perapat pada parts statis (fixed parts):
  • Static O-ring
  • Metallic gasket
  • Non metallic gasket
  • Sealant

Radial lip Seal  (Oil Seal)

Radial lip seal digunakan sebagai penyekat untuk pelumas pada sistem yang memiliki shaft berputar. Radial lip  seal ini biasa disebut juga  oil  seal. Penyekat atau perapatan (sealing) berdasarkan perbedaan ukuran antara elemen seal dan diameter luar shaft merupakan dasar prinsip sealing, juga ditambahkan spring dibelakang  lip  seal. Antara  lip  seal dengan shaft harus terdapat lapisan film sebagai perapat dan pelumas.Bila lapisan film terlalu tebal, maka cairan akan bocor tetapi bila terlalu tipis akan timbul gesekan dan keausan pada lip  seal. Tebal tipisnya lapisan film dipengaruhi oleh tekanan lip  seal.Oil seal dibedakan berdasar bentuk lip seal.
Di bawah ini merupakan gambar lip seal atau oil seal dan bentuk dasarnya untuk single lip dan double lip.
Macam-macam lip seal adalah:
  1. Single lip seal:  lip  tidak menggunakan spring loaded. Untuk  sealing cairan kental seperti grease pada shaft dengan kecepatan lambat.
  2. Single lip spring loaded: spring loaded membantu kerapartan  seal, digunakan untuk sealing cairan dengan viskositas yang rendah pada shaft kecepatan putar tinggi dan pada daerah yang tidak berdebu.
  3. Double lip: lip seal menghadap berlawanan arah dengan tambahan spring loaded pada kedua sisinya. Digunakan sebagai  sealing  terhadap cairan pada  lip yang dilengkapi dengan  spring loaded, sedangkan sisi lip yang lain melakukan sealing terhadap debu atau partikel.
  4. Dual lip: lip seal menghadap berlawanan arah dan memiliki spring loaded pada kedua sisinya. Digunakan sebagai sealing terhadap pelumas kental pada salah satu sisi dan sebagai sealing terhadap cairan pada sisi yang lain.
Pemasangan  oil seal harus diperhatikan untuk mencegah kerusakan dini atau kebocoran akibat rusaknya  lip seal. Lip mudah sobek dan rusak. Sebelum dipasang seal  harap disimpan secara aman, jauh dari panas dan debu.

Packing

Packing digolongkan menjadi dua tipe yaitu compression packing dan molded packing.
  • Compression packing membentuk ketika  packing tersebut dipasang dan tertekan antara alur polos dan  housing. Gaya tekan mengakibatkan  packing  mengambang  sealing terhadap alur pada poros maupun pada housing. Terdapat tiga jenis compression packing, yaitu: fabric (serat), metallic dan plastik. gambar berikut menunjukkan bentuk compression paking.


  • Molded packing merupakan dynamic seal, terdiri dari dua tipe yaitu  lip type dan squeeze type. Jenis- jenis  lip type adalah  flange, cup, u-cup, u-ring  dan  v-ring. Jenis  squeeze  type adalah  o-ring dalam berbagai bentuk.  Lip type  packing melakukan  sealing  karena adanya gaya tekan fluida atau udara yang menyebabkan  lip mengembang. Gambar berikut menunjukkan contoh pemakaian packing pada piston dan cylinder head dari hydrolic cylinder.

Packing Pada Piston Dan Head Hdraulic Cylinder

O- ring

O-ring berfungsi sebagai  seal akibat tertekan (squeezed) pada proses pemasangan. Proses  sealing terjadi akibat tekanan cairan menekan o-ring. Static o-ring memberikan sealing terhadap komponen statis untuk mencegah cairan fluida atau udara.
O-ring Seal
Dynamic  o-ring digunakan sebagai  sealing terhadap fluida pada bagian komponen yang saling bergerak.
Terdapat tiga penggunaan o-ring, yaitu:
  1. Reciprocating, bila digunakan sebagai seal piston ring atau sealing  pada sekitar piston rod.
  2. Oscillating  bila  seal berputar bolak-balik pada derajat yang terbatas atau  seal berputar beberapa kali putaran pada saat proses sealing.
  3. Rotating, apabila  o-ring memberikan  sealing terhadap shaft yang berputar pada  dynamic dalam o-ring.
Gambar berikut menunjukkan berbagai macam o-ring yang telah terpasang pada komponen.
Pemasangan O-ring

Gasket

Gasket merupakan static, mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang kontaknya terhadap komponen yang dirakit. Faktor utama dalam penggunaan  gasket adalah  seal material dapat menyesuaikan bentuk  (conform) terhadap ketidaksempurnaan kontak antara bidang permukaan bentuk gasket terhadap permukaan kontak.
Gasket Kit
Pada pemasangan  gasket sebagai penyekat perlu diperhatikan besarnya tekanan pada saat pemasangan. Semakin kuat tekanan diberikan pada  gasket tidak berarti akan menghasilkan kemampuan sealing yang semakin baik.
Tekanan minimum yang diperlukan gasket tergantung pada:
  • Jenis material gasket
Kemampuan sealing minimum tergantung pada tingkatan jenis material gasket. Material yang digunakan adalah asbestos cork, rubber, plastic sand paper atau campuran material tersebut.
  • Tekanan dalam (internal pressure)
Internal pressure cenderung menekan fluida keluar melalui seal assembly. Hal penting untuk menentukan seberapa besar tekanan flange diperlukan untuk menekan seal.
  • Fluida yang di sealing
Viskositas fluida yang terdapat pada tempat dimana  gasket berfungsi sebagai penyekat menentukan tekanan yang diperlukan untuk mengencangkan gasket.
  • Width/ thickness ratio
Penurunan kekuatan tekanan terhadap kenaikan ketebalan  gasket sering dengan perbandingan lebar  sealing  gasket terhadap kenaikan ketebalan  gasket pada saat tidak ditekan. Dengan kata lain semakin kecil perbandingan antara lebar kotak permukaan sealing terhadap tebal  gasket membutuhkan kekuatan tekan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, gasket memiliki lubang  bolt yang letaknya tidak boleh terlalu dekat terhadap sisi dalam gasket.


GLOSARIUM
Additive     : bahan tambah. 
Anti foam     : sifat oli untuk tidak mudah berbusa. 
Anti Rust / corrosion     : sifat oli memisahkan debu dan mencegah korosi. 
Anti wear      : sifat oli untuk mencegah keausan. 
Ash content      : besarnya kandungan debu pada fuel. 
Bearing      : berfungsi untuk mengurangi gesekan dan keausan serta hilangnya tenaga akibat bagian yang saling berputar. 
Belt      : Pemindah tenaga melalui kontak antara  belt dengan  pulley penggerak dan  pulley yang digerakkan. 
Boiling point     : titik didih dari suatu material. 
Bolt     : fasteners yang digunakan sebagai pasangan dari nut. 
Cetane number      : merupakan nilai yang menunjukkkan kemudahan pembakaran  fuel. Cetane number sangat menentukan kemudahan start dan pembakaran. 
Clamp     : digunakan untuk pengikat pada penyambungan hose ke pipa logam. 
Coloumb (Q)      : banyaknya muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui suatu titik pada sebuah penghantar. 
Coolant      : zat cair yang digunakan pada circuit pendingin engine.  
Density     : berat jenis. 
Drop point      : titik leleh, merupakan titik suhu pada saat grease mulai mencair akibat panas.  
Electrolyte battery     : material pada battery yang membuat material aktif seperti plate dan asam sulfat (sulfuric acid) terjadi reaksi kimia sehingga battery dapat menghasilkan arus. 
Extreme pressure memperbaiki ketahanan oil terhadap tekanan. 
Fasteners     : pengencang yang digunakan untuk menggabungkan beberapa  parts atau komponen menjadi suatu komponen assembly. 
Flash point     : merupakan nilai yang lebih menunjukkan temperatur penyalaan bahan bakar. 
Gasket      : mencegah kebocoran cairan melalui permukaan bidang  kontaknya terhadap komponen yang dirakit dan bersifat static. 
Key     : pasak, digunakan sebagai lock antara roda sisi atau pulley tehadap shaft. 
Konduktor      :  Material yang dapat mengalirkan arus listrik, konduktor juga dapat dikatakan sebagai bahan yang atom–atomnya mempunyai jumlah elektron lebih kecil dari empat pada lintasan (kulit) terluar. 
Leverage/Mechanical lever      : alat yang digunakan untuk meneruskan dan menambah gerakan dan gaya. 
Liquid       : suatu zat atau material yang berbentuk cair. 
Nut      : merupakan fasteners dengan aplikasi pemakaian sebagai pasangan dari bolt. 
Pin     : digunakan sebagai  fasteners pada bagian parts yang bergerak dan sebagai pengunci (lock) serta sebagai pelurus posisi parts yang saling disambungkan. 
Pour point      : menunjukkan temperatur terendah fuel dapat mengalir.  
Pressure     : gaya pada satuan luas. 
O-ring     : berfungsi sebagai seal akibat tertekan (squeezed) pada komponen.  
Oxidation inhibitor       : sifat oli terhadap peristiwa oksidasi. 
Resistance      : hambatan, merupakan perlambatan kecepatan elektron bebas yang berjalan melalui sebuah logam, satuan hambatan listrik adalah ohm dan simbolnya adalah F.  
Screw     : merupakan salah satu jenis fasteners yang bentuknya hampir sama dengan bolt atau capscrew, akan tetapi berukuran kecil. 
Seal      : digunakan sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan, udara, debu, dan menjaga tekanan. 
Snap ring     : merupakan pendukung yang berfungsi sebagai lock penempatan posisi atau penahan (retainer), 
Spesific gravity      :   rapat relatif, merupakan perbandingan (rasio) dan berat jenis (density) suatu zat cair diperbandingkan dengan berat jenis air murni. 
Stud      : merupakan salah satu jenis  fasteners berupa steel rod yang memiliki  thread pada kedua ujungnya. 
Tensile strength     : Kekuatan tarik dari suatu bahan. 
Thread     : Ulir, thread dibedakan atas thread kasar (coarse thread) dan thread halus (fine thread). 
Viscosity     : kekentalan, merupakan ukuran kemampuan suatu cairan untuk mengalir.
Washer      : merupakan cincin penutup yang digunakan antara bolt ataupun nut terhadap parts atau komponen yang diikat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar